Perusahaan Apa Yang Dapat Menggunakan Kantor Virtual di Indonesia?

Virtual Office / kantor virtual adalah layanan yang memungkinkan Anda mendaftarkan gedung perkantoran sebagai alamat bisnis resmi Anda sambil tetap menjalankan operasi harian Anda di tempat lain. Ini sangat populer di Indonesia, terutama untuk bisnis yang baru memulai. Pemerintah Indonesia secara khusus mengizinkan dan mengatur kantor virtual untuk memudahkan masyarakat dalam mendirikan perusahaan.

Untuk mendirikan badan hukum, bisnis di Indonesia harus mendaftar di kawasan komersial yang ditentukan dan bukan – misalnya – tempat tinggal. Dengan kantor virtual, bisnis dapat memenuhi aturan ini sekaligus menghemat biaya dibandingkan menggunakan kantor fisik. Ini sangat membantu untuk bisnis yang lebih kecil atau mereka yang lebih fokus pada pekerjaan lapangan daripada pekerjaan kantor.

Oleh karena itu, layanan kantor virtual populer di kalangan perusahaan lokal di kawasan komersial Indonesia, seperti Jakarta. Namun, tidak semua perusahaan dapat menggunakan layanan ini dan regulasi sering berubah. Di bawah ini, kami akan menjelaskan apakah perusahaan Anda diizinkan menggunakan kantor virtual di Indonesia, dan apa saja alternatifnya.

Bisakah perusahaan asing menggunakan kantor virtual?

Hingga saat ini, perusahaan asing atau PT PMA tidak diizinkan menggunakan kantor virtual di Indonesia. Mereka harus mendaftarkan alamat fisik di area komersial yang ditentukan.

Namun, Pemerintah Daerah DKI Jakarta mengeluarkan peraturan baru tentang hal ini pada Mei 2019. Peraturan baru ini secara implisit mengizinkan perusahaan asing untuk menggunakan layanan kantor virtual dari vendor dengan sertifikat Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Perhatikan bagaimana kami mengatakan “secara implisit” – peraturan baru tidak secara eksplisit mengatur tentang PT PMA, dan – seperti banyak peraturan di Indonesia – sangat mungkin hal ini akan berubah lagi. Untuk perusahaan asing, kantor virtual sekarang berada di area abu-abu legal.

Sampai saat itu, kami menyarankan bahwa kantor virtual mungkin belum menjadi pilihan terbaik untuk perusahaan asing.

Simak Juga: Pengurusan Ijin Usaha

Apakah ada perusahaan yang harus menggunakan ruang kantor fisik?

Meskipun sebagian besar jenis perusahaan lokal bebas menggunakan kantor virtual, pemerintah Indonesia mewajibkan beberapa kategori untuk mendirikan badan hukum dengan ruang kantor fisik.

Bidang bisnis yang tidak dapat menggunakan kantor virtual meliputi:

Perusahaan e-niaga

Jika sebuah bisnis ingin mendirikan badan hukum sebagai perusahaan e-commerce di Indonesia, mereka harus menggunakan ruang kantor fisik. Meskipun pemerintah Indonesia mendukung pengembangan e-commerce, perusahaan-perusahaan tersebut memerlukan lokasi bisnis fisik untuk memastikan akuntabilitas kepada pelanggan mereka dan mengurangi risiko penipuan.

Perusahaan konstruksi

Perusahaan konstruksi di Indonesia memerlukan izin operasi khusus yang tidak dapat diperoleh jika menggunakan kantor virtual. Ada masalah logistik juga; Jika sebuah perusahaan mengoperasikan alat berat, mereka perlu menyimpan dan mendistribusikannya di area yang ditentukan untuk mencegah gangguan publik.

Pariwisata

Seperti halnya konstruksi, bisnis pariwisata juga membutuhkan izin khusus yang hanya bisa didapat setelah dilakukan survei oleh Kementerian Pariwisata. Tempat wisata dan fasilitas hiburan juga membutuhkan lokasi fisik yang memenuhi semua peraturan praktis, sanitasi, dan keselamatan pemerintah.

Perusahaan transportasi

Setiap perusahaan yang mengangkut orang atau barang juga membutuhkan kantor fisik yang sebenarnya. Karena perusahaan transportasi sering kali bertanggung jawab untuk memindahkan properti orang lain, mereka memerlukan lokasi fisik yang dapat dirujuk oleh pelanggan mereka jika perlu.

Pengembang properti

Karena perusahaan properti atau real estat sering kali melibatkan pemindahan uang dalam jumlah besar, mereka juga perlu beroperasi dengan kantor fisik. Memiliki tempat yang sebenarnya di mana mereka beroperasi membantu memastikan akuntabilitas bagi pemerintah dan pemangku kepentingan mereka.

Cek Juga: Virtual Office Jakarta

Penyelenggara acara

Selain klien mereka, perusahaan penyelenggara acara sering bekerja dengan banyak penyedia layanan lain seperti kurir, katering, penghibur, dan logistik. Memiliki ruang kantor fisik membantu pemangku kepentingan lainnya ini berkoordinasi dengan penyelenggara acara lebih lancar dan memantau kemajuan proyek.

Bagaimana jika saya tidak dapat menggunakan kantor virtual?

Jika jenis perusahaan Anda dibatasi dengan cara tertentu, opsi jangka panjang terbaik adalah ruang kantor fisik. Kantor berlayanan memungkinkan Anda menikmati semua manfaat hukum dan praktis dari kantor Anda sendiri, dengan lebih banyak fleksibilitas dan biaya lebih sedikit. Jika Anda masih khawatir tentang pengeluaran jangka panjang, Anda dapat mencoba tempat seperti Greenhouse yang mengenakan biaya per orang dan bukan berdasarkan kamar atau meter persegi.

Jika Anda merasa ruang kantor bukan investasi yang cocok, alternatif yang baik adalah meja khusus di ruang kerja bersama. Ini memenuhi kebutuhan ruang fisik sekaligus menjadi solusi yang fleksibel dan hemat biaya seperti kantor virtual.

Namun, ini tergantung pada banyak faktor seperti anggaran Anda saat ini, rencana bisnis, dan bidang bisnis Anda. Kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi dengan vendor berpengalaman sebelum memutuskan layanan apa yang akan digunakan.

Kunjungi Juga: Sewa Virtual Office