Teori Perihal Mesin Gerinda

Teori Perihal Mesin Gerinda

Sobat Mesin, kali ini kita akan membahas mengenai teori dasar mesin gerinda. Pembahasan pada tulisan ini berisi perihal pengertian mesin gerinda, prinsip kerja mesin gerinda, macam-macam mesin gerinda dan metode memilih batu gerinda. Mengenai macam-macam batu gerinda telah dibahas pada tulisan sebelumnya, bisa Sobat Mesin baca pada Variasi batu gerinda menurut bahan asah dan tingkat kekerasannya. Materi ini sungguh-sungguh pantas untuk adik-adik yang SMK teknik pemesinan dan juga buat sobat mesin yang menjadi guru bidang teknik pemesinan.

Teori dasar mesin gerinda
Berprofesi memakai mesin gerinda pada prinsipnya sama dengan progres pemotongan benda kerja pada progres pemesinan pada lazimnya. Pelaksanaan penggerindaan yakni profesi finishing, sehingga membutuhkan tingkat ketelitian proses yang tinggi, secara khusus pada ukuran benda kerja dan tingkat kekasaran permukaan benda kerja yang dilaksanakan. Alat potong pada mesin gerinda merupakan ribuan butiran berbentuk pasir gerinda yang merekat menjadi keping roda gerinda. Pelaksanaan penggerindaan dilaksanakan oleh keping roda gerinda yang berputar kemudian menggesek permukaan benda kerja (bagus benda kerja dalam kondisi membisu, bergerak translasi ataupun berputar, tergantung macam mesin gerinda yang diterapkan).

Baca : Gerinda murah

Hal pertama yang mesti dipahami dalam teori dasar mesin gerinda pada progres menggerinda merupakan memahami gambar kerja terlebih simbol pengerindaan yang ada pada gambar kerja. Sebelum memutuskan langkah kerja gerinda, terutama dulu mencermati gambar kerja dari benda yang akan digerinda. Pada gambar kerja, komponen yang akan digerinda telah diberikan simbol kehalusan permukaan dengan progres penggerindaan dengan kode N.

Perintah dari simbol pada gambar kerja progres penggerindaan menonjolkan tingkat penghalusan suatu permukaan dengan progres gerinda. Ukuran yang tertera pada gambar kerja yakni ukuran benda kerja jadi atau sesudah dilaksanakan progres penggerindaan. Hal ini mesti diamati pada progres pemesinan sebelumnya (misal hasil kerja bubut atau frais) ukuran pada komponen yang akan dilaksanakan progres gerinda mesti dilebihkan sedikit merupakan antara 0,1 – 0,3 mm. Pemberian kelebihan ukuran ini sebaiknya jangan terlalu besar (0,3 mm itu merupakan batas optimal), sebab kedalaman penyayatan progres gerinda sungguh-sungguh kecil merupakan 0,002 mm, sehingga perlu dipertimbangkan mengenai lamanya waktu proses. Kecepatan kerja dalam progres gerinda memang bukan elemen utama, sebab hasil akhir dalam format dan akurasi ukuran lebih diutamakan.

Prinsip Kesanggupan Mesin Gerinda

Berikutnya menajamkan alat potong dengan mengasahnya dengan pasir atau batu sudah ditemukan oleh manusia primitif semenjak sebagian abad yang lalu. Alat pengikis diterapkan untuk membikin batu gerinda pertama kali pada zaman besi dan pada perkembangannya diwujudkan lebih baik untuk progres penajaman. Di permulaan tahun 1900-an, penggerindaan mengalami perkembangan yang sungguh-sungguh kencang seiring dengan kesanggupan manusia membikin butiran abrasive seperti silikon karbida dan alumunium karbida. Padahal dioptimalkan mesin pengasah yang lebih tepat sasaran yang disebut mesin gerinda sebagaimana ditunjukkan teori dasar mesin gerinda.

Mesin ini bisa mengikis permukaan logam dengan kencang dan memiliki tingkat ketepatan yang tinggi cocok dengan format yang diharapkan. Mesin gerinda merupakan salah satu mesin perkakas yang diterapkan untuk memacu/memotong benda kerja dengan tujuan tertentu. Prinsip kerja mesin gerinda merupakan batu gerinda berputar bersentuhan dengan benda kerja sehingga terjadi erosi, benda kerja sehingga benda kerja menjadi halus cocok dengan simbol kehalusan yang dikehendaki.

Baca juga : Mesin gerinda

Langkah kerja progres penggerindaan
Pada teori dasar mesin gerinda, dikatakan bahwa operasi penggerindaan yang paling banyak dilaksanakan merupakan proses gerinda luar bagus berupa silindris ataupun datar. Berikut ini yakni urutan progres gerinda secara lazim sebagai berikut :

Memahami gambar kerja, terlebih pada komponen yang akan dilaksanakan progres gerinda.
Memasang benda kerja pada pencekam benda kerja, cocok macam mesin gerinda yang diterapkan. Pada gerinda datar (surface grinding) umumnya memakai cara magnet pada meja mesin. Letak benda kerja diusahakan paralel memanjang meja mesin. Pencekaman benda kerja silinder dilaksanakan dengan chuck atau kepala konsisten seperti pada mesin bubut. Selain untuk benda silinder panjang, memakai dua senter. Pemasangan benda kerja ini mesti dilaksanakan dengan teliti dan presisi sebab sungguh-sungguh berakibat kepada hasil akhir penggerindaan. Mengatur itu juga mesti dipastikan benda kerja terpasang dengan kuat demi keselamatan kerja.
Memeriksa air pendingin (coolant). Operator mesin mesti menentukan terutama dulu bahwa cairan pendingin bisa berprofesi dengan bagus sebelum mengerjakan progres profesi.

Memeriksa ketajaman roda gerinda. Hal ini juga sungguh-sungguh penting dilaksanakan supaya progres penggerindaan berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang maksimal. Permukaan roda sisi potong roda gerinda mesti benar-benar rata, sekiranya roda gerinda tak rata karenanya perlu dilaksanakan progres “dressing”. (akan ditunjukkan pada tulisan berikutnya).
Memegang putaran roda gerinda atau bila pada progres gerinda silindris juga perlu memegang putaran benda kerja. Putaran roda gerinda ataupun benda kerja akan memberi pengaruh tingkat kekasaran permukaan benda kerja hasil penggerindaan.
Memegang panjang langkah dan dalamnya pemakanan. Hal ini yakni setting permulaan posisi roda gerinda kepada benda kerja, sebagai posisi permulaan penyayatan. Panjang langkah ini akan sungguh-sungguh memberi pengaruh lama waktu proses. Pengerjaan teknis bisa ditanyakan seketika pada guru/instruktur pada dikala mengerjakan praktik.

Terkait : Gerinda tangan

Memeriksa penggerindaan (jalan kosong), merupakan mengerjakan mesin gerinda cocok langkah yang telah dibatasi namun tak menyayat benda kerja. Jadi mesin dilakukan dengan posisi roda gerinda di atas/diluar benda kerja. Hal ini untuk menentukan panjang langkah telah pas (tak terlalu pendek atau terlalu panjang)
penggerindaan benda kerja, jenjang ini merupakan progres profesi yang sebenarnya, tetapi demikain sungguh-sungguh bertumpu pada progres persiapan. Pelaksanaan penggerindaan sendiri dilaksanakan dengan gerakan otomatis. Jarak pergeseran pemakanan tiap-tiap langkahnya ditetapkan menurut ketebalan roda gerindanya merupakan antara 2/3 – ¾ tebal roda gerinda untuk kerja kasar, ¼ – 1/3 untuk kerja menghaluskan, dan 1/10 – 1/5 untuk kerja halus sekali. Kedalaman pemotongan tiap-tiap langkah berkisar antara 0,0025 – 0,03 mm untuk pemotongan kasar, dan 0,002-0,005 mm untuk penghalusan (finishing).
Memeriksa hasil penggerindaan. Sebaiknya langkah proses dan setting kedalaman penyayatan telah dibatasi sedmikian rupa agar tak terlalu tak jarang mengerjakan pengevaluasian benda kerja. Manfaatkan skala nonius pada eretan mesin gerinda.

 

 

Baca yang lainnya : Mesin serut kayu